Jakarta – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI masih menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika industri hiburan dan daya beli masyarakat yang fluktuatif.
Berdasarkan laporan keuangan, hingga Kuartal III 2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 444,9 miliar. Capaian ini menegaskan ketahanan model bisnis Cinema XXI yang masih ditopang oleh penjualan tiket bioskop serta segmen makanan dan minuman.
Sumber: Infobanknews, Pasardana.id
Meski demikian, laba bersih tersebut tercatat turun sekitar 16% secara tahunan (year on year). Penurunan ini terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif terbatas, seiring dengan penyesuaian biaya operasional dan fluktuasi jumlah penonton.
Sumber: Bloomberg Technoz
Kinerja Semester I 2025
Pada Semester I 2025, CNMA membukukan pendapatan sekitar Rp 2,8 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 324 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp 842,4 miliar, mencerminkan efisiensi operasional yang masih terjaga.
Sumber: Cinema XXI Newsroom
Adapun pada Kuartal I 2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 929,2 miliar. Pada periode yang sama, total aset perseroan mencapai sekitar Rp 6,79–6,83 triliun, mencerminkan posisi keuangan yang relatif kuat.
Sumber: Liputan6.com
Dividen Tetap Dibagikan
Dari sisi pemegang saham, CNMA tetap menunjukkan komitmen dalam memberikan imbal hasil. Perseroan tercatat membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 4 per saham, dengan total nilai sekitar Rp 333 miliar.
Selain itu, manajemen juga mengumumkan dividen interim tahun 2025 sebesar Rp 5 per saham, yang dijadwalkan dibayarkan pada November 2025.
Sumber: Warta Ekonomi, Investing.com
Gambaran Fundamental
Secara fundamental, CNMA masih membukukan laba bersih positif, arus kas operasional yang sehat, serta rasio utang yang relatif terjaga. Namun, investor tetap perlu mencermati tren pertumbuhan laba ke depan, mengingat adanya tekanan pada profitabilitas dibandingkan periode sebelumnya.
Disclaimer
Konten ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Seluruh data dan analisis yang disajikan bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, serta profil risiko masing-masing. Segala risiko yang timbul menjadi tanggung jawab pribadi investor.
Editor:Aruldomo
.jpeg)