Limapuluh Kota – Sejumlah warga mengeluhkan kebijakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai lebih mengutamakan suplai air ke penginapan milik pendatang, ketimbang memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.(27-08_2025)
Warga menilai tindakan itu tidak adil, apalagi pipa air yang sebelumnya dibangun dengan biaya swadaya justru digali kembali oleh pihak PDAM tanpa izin maupun pertanggungjawaban. Akibatnya, aliran air ke rumah-rumah warga terganggu, sementara pasokan air ke penginapan dan homestay milik orang luar berjalan lancar.
“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Air ini milik bersama, tapi kenapa hak kami dikorbankan untuk kepentingan bisnis orang luar?” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Masyarakat mendesak PDAM segera memberikan klarifikasi dan solusi nyata. Menurut warga, tindakan tersebut tidak hanya merugikan secara teknis, tetapi juga mengikis rasa keadilan sosial di nagari setempat.
“Kalau dibiarkan, ini bisa memicu masalah yang lebih besar. Kami menuntut PDAM bertanggung jawab, memperbaiki kerusakan, dan memprioritaskan kebutuhan air masyarakat,” tegas warga.
(P:Pajri harau)