![]() |
| Foto Camat pangkalan koto baru,kab limapuluh kota(Sumatra Barat)dia yang di tenggah berada di dekat orang berbaju putih |
Lima Puluh Kota — Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM, M.KM, menghadiri kegiatan sahur bersama pada malam terakhir Ramadan yang digelar di Surau Istiqomah, Jorong Koto Lamo, Nagari Tanjuang Balik, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tradisi keagamaan yang rutin dilaksanakan masyarakat setiap tahun selama bulan Ramadan.
Nagari Tanjuang Balik dikenal sebagai salah satu nagari di wilayah Lima Puluh Kota Regency yang masih kuat mempertahankan tradisi warisan leluhur, baik dalam kegiatan adat maupun keagamaan.
Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga kini adalah Balimau Kasai, yang dilaksanakan menjelang masuknya bulan Ramadan. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol pembersihan diri, baik lahir maupun batin, sebelum umat Islam menjalankan ibadah puasa.
Memasuki pekan terakhir Ramadan, masyarakat juga menggelar kegiatan Khatam Al-Qur’an antar jorong, yang menjadi agenda tahunan di nagari tersebut. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan dilaksanakan secara bergiliran di masjid dan surau yang ada di nagari.
Rangkaian kegiatan diawali di Masjid Tawakal dan Masjid Musafir di Jorong Panang. Selanjutnya kegiatan berlanjut di Surau Sosial serta Surau Nurul Iman di Jorong Kulangan, dan ditutup di Surau Istiqomah, Jorong Koto Lamo.
Dalam kegiatan khatam tersebut, para peserta menampilkan bacaan ayat suci Al-Qur’an yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan bernuansa keagamaan. Lantunan shalawat dan barzanji juga turut memeriahkan suasana dengan iringan alat musik tradisional.
Suasana religius dan penuh kebersamaan semakin terasa saat kegiatan dilanjutkan dengan makan sahur bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.
Di akhir kegiatan, tradisi bersalam-salaman dilakukan sebagai simbol saling memaafkan sekaligus mempererat tali silaturahmi antar warga.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah nagari, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta seluruh lapisan masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya kehadiran masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para tokoh masyarakat yang memadati masjid dan surau selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pangkalan Koto Baru Depi Peringki menyampaikan apresiasi kepada pemerintah nagari, ninik mamak, serta seluruh unsur masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia berharap tradisi keagamaan yang ada di Nagari Tanjuang Balik dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda di masa mendatang.
“Tradisi seperti ini bukan hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat serta keterangan dari pihak terkait. Redaksi tetap membuka ruang bagi masyarakat atau pihak yang ingin menambahkan informasi, memberikan masukan, maupun menyampaikan klarifikasi sebagai bagian dari prinsip hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

0 Komentar