![]() |
| Foto bersama |
Lima Puluh Kota — Tradisi jalang manjalang kembali mewarnai rangkaian kegiatan Alek Balerong di Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan menjadi salah satu bukti masih kuatnya nilai-nilai adat serta budaya yang terpelihara di tengah masyarakat.
Alek Balerong yang digelar tahun ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan silaturahmi antarwarga nagari. Tradisi jalang manjalang yang menjadi bagian dari rangkaian acara menghadirkan nuansa kekeluargaan sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan.
Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Tanjung Balik, Riri Mardi, menilai kegiatan Alek Balerong memiliki nilai strategis dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan adat seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga menjadi wadah memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan masyarakat nagari.
Wali Nagari Tanjung Balik, Andi Altoni, S.Pt., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi di nagari.
“Solidaritas masyarakat kita masih sangat kuat. Ini merupakan modal sosial yang harus terus dipertahankan. Dalam momentum seperti ini, mari kita saling memaafkan dan mempererat kembali hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Di sisi lain, salah seorang Ninik Mamak Penghulu, Muhammad Darul Dt. Muko, menyampaikan bahwa tradisi Bolek Balerong merupakan warisan turun-temurun dari para leluhur yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat Nagari Tanjung Balik.
“Alhamdulillah, hingga saat ini tradisi tersebut masih terus dilestarikan oleh masyarakat. Nilai-nilai adat yang terkandung di dalamnya perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Alek Balerong di Nagari Tanjung Balik diharapkan dapat terus menjadi simbol kekuatan adat serta persatuan masyarakat, sekaligus menjadi warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Red)

0 Komentar