Rumah Dinas Bupati Musi Rawas di Muara Beliti Jadi Ikon Baru, Wujudkan Kedekatan Kepala Daerah dengan Masyarakat

MUSI RAWAS – Pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Musi Rawas di ibu kota kabupaten, Muara Beliti, menjadi simbol baru kebanggaan masyarakat sekaligus wujud komitmen kepala daerah untuk lebih dekat dengan warga.

Sejak pemekaran wilayah dari Kota Lubuklinggau, pusat pemerintahan Kabupaten Musi Rawas telah dipindahkan ke Muara Beliti. Namun, hingga beberapa waktu lalu, rumah dinas bupati masih berada di Lubuklinggau.

Di bawah kepemimpinan Bupati Hj Ratna Machmud, pembangunan rumdis baru akhirnya direalisasikan. Lokasinya berada di Dusun Baru, Kecamatan Muara Beliti, tepat di kawasan strategis dekat kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Musi Rawas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Pengairan (PUCK-TRP) Musi Rawas, Dr. Oktaviano, S.T., M.Si., mengatakan pembangunan ini merupakan bagian dari visi besar kepala daerah.

“Selama ini rumah dinas bupati berada di Lubuklinggau. Ibu Bupati memiliki cita-cita menjadikan Dusun Baru sebagai kota baru di ibu kota Kabupaten Musi Rawas,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas telah dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada tahun 2024 hingga 2025, dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Jika telah selesai, rumdis tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal resmi bupati, tetapi juga sebagai ruang interaksi terbuka bagi masyarakat.

“Masyarakat nantinya bisa datang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun bersilaturahmi dengan bupati,” jelasnya.

Secara keseluruhan, terdapat empat bangunan utama dalam kawasan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas, yaitu:

* Rumah Dinas Bupati yang akan dinamakan Griya Silampari

* Pendopo untuk kegiatan dan interaksi dengan masyarakat

* Mess karyawan untuk sopir, ajudan, dan pegawai

* Fasilitas pendukung lainnya dalam satu kawasan terpadu

Dalam pembangunannya, konsep arsitektur yang digunakan mengusung kearifan lokal dengan mengadopsi rumah adat Musi Rawas. Selain itu, gapura pintu masuk dirancang dengan ornamen “tajak” sebagai simbol identitas daerah.

“Bangunan ini dibuat lebih monumental sebagai representasi kewibawaan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas,” tambah Oktaviano.

Dengan hadirnya Rumah Dinas Bupati di pusat pemerintahan, diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik serta meningkatkan kedekatan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Harapannya, ini menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memudahkan warga untuk berinteraksi langsung dengan bupati,” pungkasnya.

0 Komentar