Setelah Konflik Panjang, Dt Sipaduko Resmi Dinobatkan, Warga Tanjung Pauh Diharapkan Kembali Bersatu

Foto dokumentasi


Lima Puluh Kota, 21 April 2026 — Setelah melalui proses panjang dan dinamika internal yang berlangsung sejak 2018, penobatan Dt Sipaduko akhirnya terlaksana di Kenagarian Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota.


Proses pengangkatan tersebut tidak terlepas dari upaya rekonsiliasi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk ninik mamak dan unsur masyarakat, guna menyatukan kembali pihak-pihak yang sebelumnya terlibat perbedaan.

Wali Kenagarian Tanjung Pauh, Dalpen Alperta, menjelaskan bahwa sejak terjadinya perpecahan pada 2018 hingga 2023, belum ada langkah konkret untuk mempertemukan pihak yang berselisih. Namun, upaya mediasi mulai dilakukan pada 2023 hingga 2024 dengan mengundang kedua belah pihak dari suku Domo Sipaduko, termasuk suku-suku lain yang turut terdampak.

“Pada 2024 mulai ditemukan titik temu. Kedua belah pihak sepakat untuk bersatu kembali dengan sejumlah syarat yang disepakati bersama,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut kemudian diperkuat dalam pertemuan bersama kemenakan pada momen Idul Fitri 2025. Meski sempat mengalami masa vakum, proses kembali dilanjutkan pada bulan Ramadan 2026 dengan mempertemukan kembali seluruh pihak.

Hingga akhirnya, disepakati untuk menggelar pertemuan lanjutan pasca Idul Fitri 2026 yang menghasilkan keputusan penting terkait kepemimpinan adat.

Berdasarkan hasil musyawarah, disepakati menetapkan Ustadz Jumista sebagai Dt Sipaduko, dengan berbagai pertimbangan adat dan kesepakatan bersama.

Penobatan Dt Sipaduko dilaksanakan pada Sabtu (18/4) mulai pukul 09.00 WIB di kediaman Dasmon (RM Sibur). Acara tersebut dihadiri ninik mamak dari empat suku, unsur andiko, bundo kanduang, wali nagari beserta perangkat, Ketua Bamus, Karang Taruna, serta kemenakan dari pasukuan Domo Sipaduko.

Diperkirakan sekitar 200 orang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan penobatan ini, Dt Sipaduko juga secara otomatis menjabat sebagai pucuk adat di Kenagarian Tanjung Pauh.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Domsis, berharap momentum ini dapat menjadi titik awal persatuan kembali anak nagari.

“Semoga anak nagari Tanjung Pauh kembali bersatu, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, serta tidak ada lagi sengketa adat ke depannya,” ungkap Domsis.

Selain itu, diketahui bahwa Dt Sipaduko yang baru juga merupakan seorang guru di pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Penobatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur adat, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga keharmonisan dan nilai-nilai adat di tengah masyarakat Tanjung Pauh.

Catatan Redaksi:

Berita ini diterbitkan pada 21 April 2026. Seluruh narasumber dalam pemberitaan ini telah dimintai konfirmasi dan menyatakan bersedia keterangannya dimuat. Media ini membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada semua pihak yang berkepentingan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

0 Komentar