Tak Terima Diberitakan, Terlapor Dugaan Penipuan Diduga Datangi Rumah Korban, Intimidasi hingga Ancaman Pembakaran


    foto bukti  korban mengaku di ancam oleh terlapor

KAMPAR – Seorang ibu rumah tangga berinisial N.T., yang sebelumnya mengaku menjadi korban dugaan penipuan bermodus pinjaman, kembali mengalami peristiwa yang diduga mengarah pada intimidasi dan ancaman terhadap keselamatannya.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tabing, Kecamatan Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, pada Minggu (29 April 2026) malam.

Kepada awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, N.T. menuturkan bahwa terlapor berinisial G.T. diduga mendatangi kediamannya dan meluapkan kemarahan setelah mengetahui adanya pemberitaan serta laporan yang telah disampaikan ke pihak kepolisian.

“Saya diserang dengan kata-kata kasar, diusir dari desa, bahkan diancam rumah akan dibakar,” ungkap N.T.

Korban juga menyebut, pada saat kejadian lampu rumahnya sempat padam yang diduga dimatikan oleh terlapor, sehingga menambah rasa takut dan tekanan yang dialaminya.

“Lampu rumah saya dimatikan, dan saya juga diancam rumah akan dibakar,” tambahnya.

Menurut keterangan N.T., kejadian tersebut bukan yang pertama kali. Ia mengaku sebelumnya, pada 5 April 2026, terlapor juga pernah mendatangi rumahnya dengan tindakan serupa.

“Ini sudah yang kedua kalinya dia datang dan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Korban juga mengaku sempat diajak berkelahi serta menerima ancaman yang dinilai serius. Peristiwa tersebut membuat N.T. mengalami tekanan psikologis, terlebih dirinya telah lebih dahulu melaporkan dugaan penipuan yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Korban berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini agar tidak terjadi hal yang lebih buruk,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Tabing, Supri, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kejadian di lokasi tersebut, namun mengaku tidak mengetahui secara pasti pokok permasalahan.

“Saya tahu kejadian itu, tapi pokok permasalahannya tidak tahu. Waktu kejadian saya tidak di tempat sejak awal,” ujar Supri.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sempat mendatangi lokasi setelah mendapat informasi dari warga, namun situasi saat itu sudah berangsur kondusif.

“Saat saya tiba di lokasi, yang bersangkutan sudah dalam kondisi diam dan situasi mulai kondusif,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan peristiwa ini berkaitan dengan laporan dugaan penipuan yang sebelumnya telah disampaikan korban ke pihak kepolisian. Hingga kini, korban masih menunggu tindak lanjut atas laporan tersebut.

Awak media Silamparionline.com telah mengupayakan konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait kejadian ini. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berinisial G.T. juga belum memberikan keterangan meski telah diupayakan konfirmasi oleh awak media.

Redaksi Silamparionline.com menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Setiap tanggapan resmi yang disampaikan akan dimuat secara proporsional sesuai ketentuan dan Kode Etik Jurnalistik.(MD)

0 Komentar