PANGKALAN KOTO BARU – Masyarakat, tokoh adat, serta elemen pemuda di Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menggelar aksi demonstrasi damai pada Sabtu malam (25/7/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap rencana masuknya alat berat untuk aktivitas penambangan emas ilegal di aliran Sungai Batang Maek.
Aksi unjuk rasa tersebut berpusat di Jorong Batu Balah, tepatnya di depan Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Gunuang Malintang. Kehadiran ratusan warga menunjukkan kekhawatiran serius terhadap potensi kerusakan lingkungan jika aktivitas tambang skala besar dibiarkan masuk ke wilayah mereka.
Jaga Kelestarian Sungai Batang Maek
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penolakan ini didasari oleh keinginan kuat warga untuk menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem Sungai Batang Maek yang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat setempat. Warga menilai, jika alat berat sudah terlanjur masuk dan beroperasi, akan sangat sulit untuk menghentikannya di kemudian hari karena dampak kerusakan yang ditimbulkan bersifat permanen dan masif.
"Untuk saat ini memang belum ada alat berat yang masuk secara fisik. Namun, masyarakat sudah memiliki kecurigaan kuat akan adanya persiapan alat berat untuk menambang emas. Hal ini dikarenakan di lokasi sudah terlihat adanya pengerjaan bedeng (pondok sementara) dan pembukaan akses jalan yang dikhususkan untuk lintasan alat berat," ujar salah seorang pemuda setempat yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kesepakatan Bulat Unsur Masyarakat
Menyikapi ketegangan ini, sebuah musyawarah darurat digelar di Kantor KAN Gunuang Malintang. Dalam pertemuan tersebut, seluruh unsur masyarakat nagari mencapai kesepakatan bulat untuk menolak kehadiran tambang emas berbasis alat berat.
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan ini meliputi Niniak Mamak (tetua adat), Alim Ulama (tokoh agama), Cadiak Pandai (cendekiawan), Ketua Pemuda Nagari, Kepala Jorong, Pemerintah Nagari, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Mereka sepakat bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini sebelum kerusakan lingkungan terjadi. "Artinya, lebih baik dicegah sejak dini daripada menyesal setelah alam rusak," pungkas perwakilan masyarakat dalam pernyataan sikap bersama.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Nagari Gunuang Malintang terpantau kondusif, namun warga tetap siaga mengawasi pergerakan mencurigakan di sekitar area Sungai Batang Maek. (*EY)

0 Komentar